Selasa, 08 Januari 2013

URINALISIS


Pengertian urine
Urine adalah larutan yang kompleks yang terdiri dari senyawa organik dan anorganik yang merupakan sisa dari metabolisme tubuh dan sisa dari bahan yang dimakan / sisa obat obatan, yang difiltrasi di ginjal dan diekresikan disalurannya.
Bahan organik dalam urine : ureum, kreatinin, asam urat,dll.
Bahan anorganik dalam urine : pospat, karbonat, dll.

Komposisi urine normal :
  • Air 95%,merupakan komponen utama.
  • Prroduk sisia, yang larut dalam air seperti ureum, asam urat, creatinin, dll.
  • Elektrolit ; Na+, K+, Cl-, PO4-2
  • Hormon setelah melaksanakan tugas spesifiknya didalam tubuh.
  • Komposisi kimianya berfariasi, tergantung intake.

Tujuan pemeriksaan urine
  1. Untuk melihat fungsi/kelainan pada organ ginjal dan salurannya.
  2. Untuk melihat kelainan organ lain selain ginjal, misalnya : hati dan salurannya (bilirubin,urobilin), pankreas (glukosa), kelenjer paratiroid (kalsium), asidosis (benda keton), jantung (protein), hipofise (Bj).

Proses pembentukan urine
Proses pembentukan urine meliputi 3 tahap yaitu ;
1. FILTRASI
Proses ini diawali dengan penyaringan darah yang ada didalam pembuluh nadi ginjal. Ketika berada diglomelurus, zat-zat yang terdapat didalam darah ( air, garam, glukosa, urea, asam amino, amonia ) merembes kleuar pembuluh darah, mengalir kedalam glomelurus kemudian masuk sampai kapsul Browman dan menjasdi urine primer/filtrat glomelurus.
Filtrasi di glomelurus ini merupakan ultrafiltrasi, glomelurus menyaring 1L/menit. Filtrat glomelurus mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam lainnya.

2. REABSORBSI
Urine primer dari kapsul Browman mengalir melalui saluransaluran halus (tubulus kontorkus proksimal). Disaluran ini zat-zat yang masih berguna seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, Cl-, bikarbonat, vitamin akan diserap kembali oleh darah melalui pembuluh darah yang mengelilingi saluran tersebut, sehingga terjadi urine sekunder.

3. AUGMENTASI
Urine sekunder yang terbentuk masuk ke tubulus kontorkus distal dan mengalami penambahan zat sisa metabolisme maupun zat yang tidak mampu disimpan (proses ini dinamakan difusi) dan akhirnya terbentuk urine yang sesungguhnya. Urine yang terbentuk diekresikan ke fesikaurinaria/ kandung kemih melalui saluran ginjal. Jika kandung kemih telah penuh terisi urune, dinding kandung kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air. Selanjutnya mengalir ke uretra dan urine akan dikeluarkan melalui ureter. 

Cara pengumpulan sampel urine

  1. Urine Sewaktu
  2. Urine waktu tertentu

1.       Urine sewaktu yaitu; urine yang diambil pada waktu yang tidak ditentukan secara khusus. 

Yang termasuk sampel urine sewaktu adalah:
  • Urine pagi
    Yaitu, urine yang dikeluarkan pagi hari setelah bangun.
  • Urine sore
    Yaitu, urine yang dikeluarkan pada sore hari.
  • Urine post proundial ( 2 jam PP )
    Yaitu, urine yang pertamakali dikeluarkan pasien setelah 2 jam sesudah makan.
  • Kateterisasi
    Yaitu, urine yang d keluarkan melalui kateter, untuk pasien yang sukar berkemih dan menghindari kontaminasi vagina.
  • Supra public punktion (SPP)
    Yaitu, urine yang diambil langsung dari kandung kemih dengan kateter, digunakan untuk menghindari kontaminassi uretra dan vagina, untuk pasien bayi dan anak-anak, untuk analisa sitologi.
  • Mid stream urine (MSU)
    Yaitu, urine aliran tengah, pengambilan ini dianjurkan untuk tes urine rutin.
  • Clean catch/ clean voided mid stream
    Yaitu, urine yang diambil adalah urine aliran tengah, sebelum mengambilnya genital dicuci dengan cairan antiseptik.
  • Urine 2 atau 3 gelas
    Yaitu, urine yang diambil sebanyak 2 atau 3 gelas urine, pengambilan ini dilakukan untuk memberi gambaran letak radang atau lesi pada saluran kemih pria. 

2.       Urine waktu tertentu yaitu, urine yang diambil pada waktu tertentu dengan perlakuan khusus.

Yang temasuk sampel urine waktu tertentu yaitu:
  • Urine 24 jam
    Yaitu, urine yang dikumpulkan selama 24 jam. Cara pengumpulannya yaitu misalkan pasien berkemih pada jam 06.00 pagi, urine yang ia dikeluarkan tersebut dibuang, kemudian semua urine yang ia keluarkan setelah pengeluaran urine jam 06.00 dikumpul dalam satu wadah sampai urine terakhir yang dikrluarkan pada jam 06.00 esok paginya.
  • Urine 12 jam siang
    Yaitu, urine yang dikumpulkan selama 12 jam di siang hari. Cara pengambilannya sama dengan pengambilan urine 24 jam.
  • Urine 12 jam malam
    Yaitu, urine yang dikumpulkan seelama 12 jam pada malam hari. Cara pengumpulannya sama dengan pengumpulan urine 24 jam.
Jenis- jenis pengawet urine
  1. Formalin.
    Untuk mengaweetkanelemen yang ada didalam urine
  2. HCl pekat.
    Untuk mengawetkan kalsium, untuk tes posfarus.
  3. Sodium florida.
    Untuk mencegah glukosasel dan menghambat pertumbuhan bakteri. Digunakan pada pemeriksaan glukosa.
  4. Asam boraks.
    Untuk mengawetkan elemen urine seperti esteriol, dan esterogen selama 7 hari, untuk mengawetkan creatinin, asam urat dan glukosa, untuk mempertahankan pH dan mengawetkan protein.
  5. Sodium karbonat.
    Untuk mengawetkan porphyrin urobilin.
  6. Toluena
    Untuk menghambat perompakan urine oleh bakteri dan dipakai untuk pemeriksaan glukosa.
  7. Thymol
    Mempunyai daya wet seperti toluena.
  8. Natrium karbonat
    Untk mengawetkan urobilinogen jika menentukan ekresinya per 24 jam.
  9. Asam sulfat pekat
    Untuk pengawetan urine pada penetapan kuantitatif kalsium nitrogen dan zat organik lainya.
  10. Folmaldehyde, mercury, benzoat
    Untuk mengikat Bj urine.

Kegunaan pengawet:
  1. Untuk mencegah berkembang biaknya bakteri.
  2. Untuk mencegah rusaknya elemen didalam urine.
  3. Untuk mencegah rusaknya bahan yang terlaru didalam urine.

Jenis – jenis pemeriksaan urine dilaboratorium
  1. Makroskopik
  2. Mikroskopik
  3. Kimia urine

Tidak ada komentar:

Posting Komentar